.
Renungan
“If today were the last day of my life, would I want to do what I’m about to do today?”


Sunday, July 5, 2015

Mengapa penting mengamal 'The 7 Habits of Highly Effective People' dalam TNB?


TNB sedang berusaha untuk menjadi Domestic Dominance, Regional Champion (DDRC) bagi memastikan TNB dan juga Anggota Kerjanya terus relevan di masa depan. Kita, anggota kerja TNB mesti berusaha baik secara individu mahupun berkumpulan bagi memastikan ini dicapai.


Covey kata, ramai orang mahu mencapai kejayaan. Dari pemerhatian beliau, kalau mahu mencapai kejayaan, kita harus menjadi seorang  yang efektif.

Apa tanda orang itu efektif? Dari pemerhatian beliau juga, orang yang efektif ini punya beberapa tabiat yang khusus.

Pertama, secara peribadi, individu itu punya tabiat-tabiat ..

Be Proactive (Tabiat 1)
Begin with the End in Mind (Tabiat 2)
Put First Things First (Tabiat 3).

Kedua, bilamana individu itu berada di dalam satu kumpulan, beliau mempunyai tabiat-tabiat ...

Think Win-Win (Tabiat 4)
Seek First To Be Understand Then To Be Understood (Tabiat 5)
Synergy (Tabiat 6).

Ketiga, individu ini dalam hidupnya tidak pernah berhenti menambahbaik dirinya dan itulah dalam bahasa Covey ...

Sharpen The Saw (Tabiat 7).

Perlu diingati, setakat memahami 7 Tabiat ini bukan tanda kita telah menjadi efektif. Kita menjadi efektif bilamana 7 Tabiat ini telah menjadi amalan kita atau tabiat kita.

Soalnya apa itu tabiat dan bagimana mahu bentuk tabiat?

Untuk memahami persoalan ini, kita harus kenal diri dan salah satu kaedah kenal diri ada diterangkan dalam program Better.Brighter berdasarkan konsep ‘Stick Person’.


Seperti katanya program Better.Brighter, selepas kenal diri, bukankah mudah untuk bina unit bisnes kita menjadi Center of Excellence (COE) dan bina kompetensi diri kita berdasarkan konsep Packaging Expertise (PE) itu yang akhirnya memudahkan kita mencapai DDRC?

Dan bukankah untuk mencapai kejayaan COE dan PE ini, diri kita perlu mengamalkan 7 Tabiat itu?

Adakah kita faham ini semua? Kalau kita tidak nampak logik ini, mana mungkin kita ada kesedaran dan keinginan untuk bina 7 Tabiat ini dalam diri kita?

Moga-moga kita, anggota kerja TNB mampu jadi efektif dan seterusnya menyumbang kepada pencapaian DDRC!

Brotherhood


Ram received an automobile from his brother as Birthday present.

One day when Ram came out of his office, he saw a street urchin was walking around the shiny new car, admiring it.

“Is this your car?” – He asked.

Ram nodded, “My brother presented me on my birthday.”

The boy was astounded. “You mean your brother gave it to you and it didn’t cost you nothing? Boy, I wish…” – He hesitated.

Of course Ram knew what he was going to wish for. He was going to wish he had a brother like his brother but what the lad said jarred Ram all the way down to his heels.

“I wish,” the boy went on, “that I could be a brother like that.”

Ram looked at the boy in astonishment, and then impulsively he added, “Would you like to take a ride in my automobile?”

“Oh yes, I’d love that.”

After a short ride, the boy turned and with his eyes aglow, said, “Would you mind driving in front of my house?”

Ram smiled a little. He thought he knew what the lad wanted. He wanted to show his neighbors that he could ride home in a big automobile.

But Ram was wrong again.

“Will you stop where those two steps are?” The boy asked. He ran up the steps. Then in a little while Ram heard him coming back, but he was not coming fast. He was carrying his little crippled brother. He sat him down on the bottom step, then sort of squeezed up against him and pointed to the car.


“There he is, brother. Like I told you upstairs, his brother gave it to him and it didn’t cost him a penny. Some day I’m going to give you one just like it then you can see for yourself all the pretty things in the shop windows that I’ve been trying to tell you about.”

Ram got out and lifted the crippled boy to the front seat of his car. The shining-eyed older brother climbed in beside him and the three of them began a memorable ride.

Black or White


When I was in elementary school, I got into a major argument with a boy in my class. I have forgotten what the argument was about, but I have never forgotten the lesson I learned that day.


I was convinced that “I” was right and “he” was wrong – and he was just as convinced that “I” was wrong and “he” was right. The teacher decided to teach us a very important lesson.

She brought us up to the front of the class and placed him on one side of her desk and me on the other. In the middle of her desk was a large, round object. I could clearly see that it was black. She asked the boy what color the object was. “White,” he answered.

I couldn’t believe he said the object was white, when it was obviously black! Another argument started between my classmate and me, this time about the color of the object.

The teacher told me to go stand where the boy was standing and told him to come stand where I had been. We changed places, and now she asked me what the color of the object was. I had to answer, “White.”

It was an object with two differently colored sides, and from his viewpoint it was white. Only from my side it was black.


Sometimes we need to look at the problem from the other person’s view in order to truly understand his/her perspective.

The Dark Candle


A man had a little daughter, an only and much beloved child. He lived only for her, she was his life. So when she became ill and her illness resisted the efforts of the best obtainable physicians, he became like a man possessed, moving heaven and earth to bring about her restoration to health.


His best efforts proved fruitless, however, and the child died. The father was totally irreconcilable. He became a bitter recluse, shutting himself away from his many friends, refusing every activity that might restore his poise and bring him back to his normal self.

Then one night he had a dream. He was in heaven and witnessing a grand pageant of all the little child angels. They were marching in an apparently endless line past the Great White Throne. Every white-robed, angelic tot carried a candle. He noticed, however, that one child’s candle was not lit.

Then he saw that the child with the dark candle was his own little girl. Rushing towards her, while the pageant faltered, he seized her in his arms, caressed her tenderly, and asked, “How is that your candle is the only one not lit?” “Father, they often relight it, but your tears always put it out again,” she said.


Just then he awoke from from his dream. The lesson was crystal clear, and it’s effects were immediate. From that hour on he was no longer a recluse, but mingled freely and cheerfully with his former friends and associates. No longer would his little darling’s candle be extinguished by his useless tears.

Saturday, June 27, 2015

Surah As-Sajadah Part 2



(Lalu dikatakan kepada mereka: "Oleh sebab kelalaian kamu) maka rasalah azab seksa kerana kamu melupai pertemuan hari kamu ini. Sesungguhnya Kami pun tidak hiraukan keselamatan kamu lagi; dan (dengan yang demikian) rasalah azab yang kekal dengan sebab apa yang kamu telah kerjakan".

Sesungguhnya yang sebenar-benar beriman kepada ayat-ayat keterangan Kami hanyalah orang-orang yang apabila diberi peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu, mereka segera merebahkan diri sambil sujud (menandakan taat patuh), dan menggerakkan lidah dengan bertasbih serta memuji Tuhan mereka, dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur.

Mereka merenggangkan diri dari tempat tidur, (sedikit sangat tidur, kerana mengerjakan sembahyang tahajjud dan amal-amal soleh); mereka sentiasa berdoa kepada Tuhan mereka dengan perasaan takut (akan kemurkaanNya) serta dengan perasaan ingin memperolehi lagi (keredaanNya); dan mereka selalu pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepada mereka.

Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan mengembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan.

(Jika demikian halnya) maka adakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik? Mereka tidaklah sama (dalam menerima balasan).

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka akan beroleh Syurga tempat tinggal yang tetap sebagai balasan bagi apa yang mereka telah kerjakan.

Dan sebaliknya orang-orang yang fasik, maka tempat kediaman mereka ialah neraka; tiap-tiap kali mereka hendak keluar dari neraka itu, mereka dikembalikan kepadanya, serta dikatakan kepada mereka: "Rasalah azab neraka yang kamu sentiasa mendustakannya di dunia dahulu".

Dan demi sesungguhnya, Kami akan merasakan mereka sedikit dari azab dunia sebelum azab yang besar (di akhirat kelak), supaya mereka rujuk kembali bertaubat.

Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya (dan tetap mengingkarinya); sesungguhnya Kami tetap membalas.

Dan demi sesungguhnya! Kami telah memberi kepada Nabi Musa Kitab Taurat (sebagaimana Kami berikan Al-Quran kepadamu wahai Muhammad), maka janganlah engkau ragu-ragu menyambut dan menerimanya; dan Kami jadikan Kitab Taurat itu hidayah penunjuk bagi kaum Bani Israil.

Dan Kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin, yang membimbing kaum masing-masing kepada hukum agama Kami, selama mereka bersikap sabar (dalam menjalankan tugas itu) serta mereka tetap yakin akan ayat-ayat keterangan Kami.


(Pertentangan di antara satu golongan dengan yang lain itu) sesungguhnya Tuhanmu sahajalah yang akan memutuskan hukumNya di antara mereka pada hari kiamat, mengenai apa yang mereka berselisihan padanya.

Dan belumkah lagi ternyata kepada mereka (yang kafir itu): bahawa Kami telah binasakan berapa banyak dari kaum-kaum yang kufur ingkar dahulu daripada mereka, padahal mereka sekarang berulang-alik melalui tempat-tempat tinggal kaum-kaum itu? Sesungguhnya kebinasaan kaum-kaum itu mengandungi keterangan-keterangan (untuk mengambil iktibar); oleh itu tidakkah mereka mahu mendengar (dan insaf)?

Dan tidakkah mereka (yang tidak mahu taat dan bersyukur) itu melihat bahawasanya Kami mengarahkan turunnya hujan ke bumi yang kering kontang, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman-tanaman, yang daripadanya dimakan oleh binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri? Maka mengapa mereka tidak mahu memerhati (semuanya itu supaya taat dan bersyukur)?

Dan mereka bertanya: "Bilakah datangnya hari pembukaan bicara yang dikatakan itu jika betul kamu orang-orang yang benar?"

Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tidak perlu diketahui masa datangnya tetapi mesti dipercayai bahawa) pada hari pembukaan bicara itu, tidak ada gunanya lagi kepada orang-orang kafir kiranya mereka hendak beriman, dan mereka pula tidak akan diberi tempoh (berbuat demikian)".


Oleh itu, janganlah engkau hiraukan mereka, dan tunggulah (kesudahan mereka), sesungguhnya mereka pun menunggu (kesudahanmu).


Moga diberi kekuatan untuk beramal dengan kandungan Surah ini ...

Surah As-Sajadah Part 1


Surat As Sajadah terdiri dari 30 ayat dan ianya termasuk golongan surat Makkiyah. Diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun. Dinamakan As Sajadah kerana berhubung pada surat ini terdapat ayat sajadah, yaitu ayat yang kelima belas.


Berikut mari sama-sama kita perhatikan makna surah ini ...

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Alif, Laam Miim.

Diturunkan Al-Quran ini, dengan tidak ada sebarang syak padanya, dari Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

(Orang-orang kafir tidak mengakui hakikat yang demikian) bahkan mereka mengatakan: "Dia lah (Muhammad) yang mengada-adakan Al-Quran menurut rekaannya". (Dakwaan mereka itu tidaklah benar) bahkan Al-Quran ialah perkara yang benar dari Tuhanmu (wahai Muhammad), supaya engkau memberi ingatan dan amaran kepada kaum (mu) yang telah lama tidak didatangi sebarang pemberi ingatan dan amaran sebelummu, semoga mereka beroleh hidayah petunjuk.

Allah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; kamu tidak akan beroleh sebarang penolong dan pemberi syafaat selain dari Allah; oleh itu tidakkah kamu mahu insaf dan mengambil iktibar (untuk mencapai keredaanNya)?

Allah mentadbirkan makhluk-makhlukNya; (bagi melaksanakan tadbirNya itu Ia menurunkan segala sebab dan peraturan) dari langit ke bumi; kemudian diangkat naik kepada pengetahuanNya (segala yang berlaku dari perlaksanaan tadbirNya itu untuk dihakimiNya) pada suatu masa yang (dirasai oleh orang-orang yang bersalah) banyak bilangan tahunnya menurut hitungan masa kamu yang biasa.

Yang demikian sifatnya ialah Tuhan yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani;

Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya, dan dimulakanNya kejadian manusia berasal dari tanah;

Kemudian Ia menjadikan keturunan manusia itu dari sejenis pati, iaitu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang;

Kemudian Ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya: roh ciptaanNya. Dan Ia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran), (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur.

Dan mereka (yang kafir) itu berkata: "Adakah apabila kami telah hilang lenyap dalam tanah, kami pula akan hidup semula dalam bentuk kejadian yang baharu? Betulkah demikian? " (Mereka bukan sahaja tidak percaya tentang hidup semula) bahkan mereka tidak percaya tentang pertemuan dengan Tuhannya.

Katakanlah (wahai Muhammad); "Nyawa kamu akan diambil oleh Malikil Maut yang ditugaskan berbuat demikian ketika habis ajal kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Tuhan kamu (untuk menerima balasan)".

Dan (sungguh ngeri) sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan mereka (dalam keadaan malu dan hina, sambil merayu): "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar dengan sejelas-jelasnya (akan segala yang kami ingkari dahulu); maka kembalikanlah kami ke dunia supaya kami mengerjakan amal-amal yang baik; sesungguhnya kami sekarang telah yakin".

Dan (bagi menolak rayuan itu Allah Taala berfirman): "Kalaulah Kami telah tetapkan persediaan (memberikan hidayah petunjuk untuk beriman dan beramal soleh kepada tiap-tiap seorang dengan ketiadaan usaha dari masing-masing), nescaya Kami berikan kepada tiap-tiap seorang akan hidayah petunjuknya (sebelum masing-masing meninggal dunia, supaya tidak terkena azab di akhirat); tetapi telah tetap hukuman seksa dariKu: ` Demi sesungguhnya! Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan semua jin dan manusia (yang pada masa hidupnya tidak berusaha untuk beriman dan beramal soleh)".

Saturday, June 20, 2015

Surah Al-Mulk - سورة الملك - Part 2



Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan PentadbiranNya, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya!

Dia lah yang menjadikan bumi bagi kamu: mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah; dan (ingatlah), kepada Allah jualah (tempat kembali kamu sesudah) dibangkitkan hidup semula; (maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya).

Patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Tuhan yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menunggang-balikkan bumi menimbus kamu, lalu bergegarlah bumi itu dengan serta-merta (melenyapkan kamu di bawahnya)?

Atau patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Allah yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu; maka dengan itu, kamu akan mengetahui kelak bagaimana buruknya kesan amaranKu?

Dan demi sesungguhnya! orang-orang (kafir) yang terdahulu daripada mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya lalu mereka dibinasakan); dengan yang demikian, (perhatikanlah) bagaimana buruknya kesan kemurkaanKu.

Patutkah mereka menutup mata dan tidak memerhatikan (kekuasaan Allah pada) burung-burung yang terbang di atas mereka, (siapakah yang menjaganya ketika) burung-burung itu mengembang dan menutupkan sayapnya? Tidak ada yang menahannya (daripada jatuh) melainkan (kekuasaan) Allah Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Ia Maha Melihat serta mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Bahkan siapa dia yang menjadi tentera bagi kamu, yang akan menolong kamu selain dari Allah Yang Maha Pemurah? (Sebenarnya) orang-orang yang kafir tidak lain hanyalah berada dalam keadaan terpedaya.

Atau siapa dia yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? (Tidak ada sesiapapun), bahkan mereka (yang musyrik itu) kekal terus dalam keadaan sombong angkuh serta melarikan diri (dari kebenaran).

Maka adakah orang yang berjalan (melalui jalan yang tidak betul, yang menyebabkan dia selalu jatuh) tersungkur di atas mukanya: boleh mendapat hidayah - atau orang yang berjalan tegak betul, melalui jalan yang lurus rata?

Katakanlah (wahai Muhammad): "Allah yang menciptakan kamu (dari tiada kepada ada), dan mengadakan bagi kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (untuk kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur".

Katakanlah lagi: "Dia lah yang mengembangkan kamu di bumi, dan kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan".

Dan mereka (yang ingkar) berkata: "Bilakah datangnya (hari kiamat) yang dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?"

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang masa kedatangannya) hanya ada pada sisi Allah, dan sesungguhnya aku hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran yang terang nyata".

Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikan itu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka): "Inilah dia yang dahulu kamu kerap kali minta disegerakan kedatangannya!".

Tanyalah (wahai Muhammad, kepada mereka): "Bagaimana fikiran kamu, jika Allah binasakan daku dan orang-orang yang bersama-sama denganku (sebagaimana yang kamu harap-harapkan), atau Ia memberi rahmat kepada kami (sehingga kami dapat mengalahkan kamu), - maka siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?".

Tegaskan (wahai Muhammad, kepada mereka): "Allah Dia lah Yang Maha Pemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang kepadaNya kami berserah diri; oleh itu kamu akan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".

Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?"


Moga diberi kekuatan untuk beramal dengan kandungan Surah ini ...

Surah Al-Mulk - سورة الملك - Part 1


Surah Al Mulk (bahasa Arab:الملك ) adalah surah ke 67 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah ‘makkiyah’ yang terdiri daripada 30 ayat. Dinamakan Al Mulk kerana kata Al Mulk yang terdapat pada ayat pertama surah ini. yang bererti ‘Kerajaan’. Surat ini disebut juga dengan ‘At Tabaarak’ yang bererti Maha Suci.

Surah Al Mulk adalah surah keamanan dan keselamatan, kerana ia akan menjadi penyelamat dan pendinding dari seksa kubur kepada pembacanya.

Surah Mulk hendaklah dibaca secara istiqamah dengan menjadikan membacanya amalan kehidupan seharian. Ulama berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak akan beradu melainkan setelah membaca surah As Sajadah dan surah Al Mulk.”


Berikut mari sama-sama kita perhatikan makna surah ini ...

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai pemerintahan (dunia dan akhirat); dan memanglah Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu;

Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat);

Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan - (mu) - dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?

Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali, nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).

Dan demi sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan; dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang.

Dan bagi orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan mereka, disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Apabila mereka dicampakkan ke dalamnya, mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak.

Hampir-hampir ia pecah berkecai-kecai kerana kuat marahnya. Tiap-tiap kali dicampakkan ke dalamnya sekumpulan besar (dari orang kafir), bertanyalah penjaga-penjaga neraka itu kepada mereka: "Tidakkah kamu pernah didatangi seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran (di dunia dahulu)?"

Mereka menjawab: "Ada! Sebenarnya telah datang kepada kami seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, lalu kami dustakan serta kami katakan (kepadanya): Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu (wahai orang yang mendakwa menjadi Rasul) hanyalah berada dalam kesesatan yang besar! "

Dan mereka berkata: "Kalaulah kami dahulu mendengar dan memahami (sebagai orang yang mencari kebenaran), tentulah kami tidak termasuk dalam kalangan ahli neraka".

Akhirnya mereka mengakui dosa-dosa mereka (sebagai orang-orang yang kufur ingkar), maka tetaplah jauhnya rahmat Allah dari ahli neraka.

Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.

Dan tuturkanlah perkataan kamu dengan perlahan atau dengan nyaring, (sama sahaja keadaannya kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.

Tuesday, June 9, 2015

20 Cara Untuk Mulai Mencintai Diri Anda - Part 1


Anda luar biasa!


Tidak ada orang lain di bumi ini yang seperti anda. Anda adalah istimewa!

Mungkin saat ini anda berfikir “Adakah anda berfikir ... Aku hanyalah orang biasa. Tidak ada yang istimewa! Sama halnya seperti orang lain.”

Cuba kita ambil salah satu contoh, yaitu pengalaman hidup. Pengalaman hidup anda sampai saat ini berbeza dengan orang lain. Ya, mungkin ada beberapa persamaan tetapi, pada dasarnya setiap orang memiliki pengalaman yang sangat unik dalam kehidupan mereka masing-masing.

Dari perspektif ini saja anda sudah berbeza, unik dan luar biasa!

Bukankah sudah sampai waktunya untuk mulai memperlakukan diri anda sebagai seorang yang istimewa. Berikan diri anda sedikit cinta dan luahkan keunikan anda ke seluruh dunia?

Jom! Lakukan kebaikan pada diri anda sendiri, sedut nafas dalam-dalam, beri diri anda satu pelukan dan mulai berlatih tindakan berikut;

1. Mulailah hari anda dengan mencintai diri sendiri!

Lihatlah di cermin dan katakan kepada diri sendiri sesuatu yang penuh cinta. “Anda memiliki mata yang paling indah!” Anda masih merasa pelik melakukannya? Cubalah hal lain yang positf seperti “Anda sangat kreatif!” Apa pun buat apa saja yang membuat anda merasa tersanjung dan tersenyum!

2. Belajar menyayangi tubuh anda.

Memberi makanan yang baik untuk tubuh anda dengan makanan dan minuman yang sihat adalah cara untuk menghargai diri sendiri. Juga, manjakan diri anda dalam air suam, urutan atau rawatan spa. Temukan cara untuk menikmati, menyukai dan bahkan menyayangi tubuh anda.

3. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang mencintai dan memberi semangat kepada anda.

Belajarlah untuk menerima semua pujian yang mereka katakan tentang anda. Mungkin apa yang mereka katakan tidak membahagiakan hati anda, namun mereka adalah orang-orang yang selalu berada disisi anda, memberikan sokongan pada anda. Jangan hindarkan diri anda. Terima dan akui mereka.

4. Akhiri semua hubungan yang beracun.

Serius, siapa pun yang membuat anda merasa kecil, tidak berdaya atau tidak bererti tidak termasuk dalam hidup anda.

5. Berhenti berusaha menjadi orang lain.

Anda tidak boleh menjadi orang lain kerana anda unik, begitu pun dengan mereka. Mengapa suka membandingkan diri ketika tidak ada sesuatu pun patut dibandingkan?

6. Jadilah ‘cheerleader’ bagi diri anda sendiri.

Rayakan semua prestasi anda, tidak peduli berapa besar atau kecil. Banggalah pada diri sendiri. Jadilah orang pertama yang mengucapkan tahniah pada diri sendiri, kemudian biarkan orang lain memberi tahniah pada anda jika mereka menginginkan, bukan sebaliknya.

7. Rangkul dan cintai segala sesuatu yang membuat anda berbeza.

Anda memiliki pemberian dan bakat yang khusus. Ini adalah apa yang membuat anda istimewa dan unik. Jangan takut untuk mengoptimakan pemberian dan bakat anda itu.

8. Luangkan waktu setiap hari untuk diri sendiri.

Mungkin itu adalah sebuah waktu yang tenang ketika anda duduk dan bersantai atau melakukan meditasi. Ambil waktu untuk berjalan-jalan sendiri. Duduk di tepi sungai atau danau. Nikmati waktu anda.

9. Carilah ‘percikan api’ dari dalam diri anda.

Apa yang mengghirahkan anda? Aktiviti yang membuat anda lupa waktu? Atau sesuatu hal yang menakutkan anda? Sesuatu yang ingin anda lakukan, tetapi takut untuk mencuba. Pergi dan lakukan! Ambil beberapa langkah kecil, dan sudahnya langkah anda kian menjadi lebih mudah.

10. Dengarkan kritikan batin anda.

Jika batin anda mengkritik anda dengan mengatakan bahwa anda malas atau tidak bahagia atau tidak berbakat, maka dengarkanlah. Kemudian, tuliskan di atas kertas sebanyak dua kali yaitu ketika anda malas, tidak bahagia atau tidak berbakat. Kita semua kadang-kadang pernah merasakan hal-hal ini. Berikutnya, tuliskan dua kali juga bahwa anda tidak malas, bahagia, dan berbakat. Ini adalah cara yang baik untuk membiarkan batin anda mengetahui bahwa anda menerima semuanya itu.

20 Cara Untuk Mulai Mencintai Diri Anda - Part 2



11. Jujur pada diri sendiri.

Jangan mengatakan ya bila bererti tidak, begitu juga sebaliknya. Dengarkan perasaan anda. Apa yang ia katakan dan apakah anda menghormatinya? Jujur pada diri sendiri adalah cara untuk menghargai diri sendiri.

12. Minta bantuan orang lain ketika menghadapi hal-hal sulit.

Anda tidak harus melalui masa-masa sulit dengan bersendirian. Ini tidak  bererti mengasihani diri sendiri. Meminta bantuan adalah tanda kekuatan bukan kelemahan.

13. Bersyukurlah!

Pada akhir hari, bersyukur atas semua yang anda miliki. Syukur adalah cara paling pantas untuk membalikkan keadaan. Hal ini juga akan membuka jalan untuk hal-hal yang lebih indah masuk ke dalam hidup anda.

14. Temukan cara untuk menjadi kreatif.

Kreativi adalah luahan diri. Hal ini boleh datang dalam segala bentuk; tarian, yoga, berjalan, menulis, melukis, atau bermain dengan anak-anak. Anda memiliki cara unik untuk meluahkan keindahan anda.

15. Maafkan diri anda.

Semua orang pernah melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa tidak selesa atau malu. Ketika itu telah dilakukan, maka sudah tidak dapat diubah, namun itu tidak bererti anda harus membawanya kemanapun dan selamanya. Biarkan saja! Itu sudah berakhir!

16. Belajarlah untuk menerima semua perasaan dan suasana hati.

Anda adalah manusia dan hal-hal pasti berubah. Inilah realiti kehidupan anda untuk menjadi bahagia setiap saat, setiap hari. Beri diri anda waktu istirahat sejenak dan terima semua emosi anda. Emosi berubah sepanjang waktu.

17. Keluar dari zon selesa anda.

Ketika anda mencuba sesuatu dimana anda rasa takut atau tidak yakin dan kemudian Berjaya mencapainya, maka anda akan mengalami satu perasaan yang amat hebat. Mencuba hal-hal baru akan menjaga kehidupan dari hal-hal yang membosankan. Ambil beberapa risiko dan lihat apa yang anda temui mengenai diri anda.

18. Bersabar dan konsisten.

Mencintai diri adalah sebuah proses yang perkembangan diri dan terlasksana secara berterusan. Hal ini memerlukan latihan. Berbaik hatilah dan penuh kasih kepada diri sendiri kerana anda adalah makhluk yang luar biasa.

19. Bersenang-senanglah!

Keluarlah dan bersenang-senanglah. Jangan menahan diri, biarkan diri anda yang unik meledak dan nikmati kehidupan anda yang luar biasa.


20. Apa yang akan anda tambahkan pada senarai ini?

Friday, June 5, 2015

Pokok


Dalam satu perjalanan se orang ayah dengan anak lelakinya, mereka bertemu dengan sebatang pokok tinggi yang menarik untuk mereka bincangkan. Kedua-duanya pun berhenti di bawah pokok yang rendang itu.


“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap wajah ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak faham bahawa ayahnya bakal mengucapkan sesuatu yang penting.

“Apakah pelajaran yang boleh kau dapati dari sebuah pokok?” tanya sang ayah sambil tangan kanannya memegang batang pokok tersebut.

“Pada pandangan saya, pokok mampu dijadikan tempat berteduh yang nyaman, tempat penyimpanan air yang bersih, dan dapat menyejukkan cuaca panas.” jawab sang anak sambil matanya menantikan sebuah kepastian dari ayahnya.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita semak dari sebuah pokok,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke hujung dahan pokok yang paling tinggi.

“Perhatikan hujung pokok ini.  Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang bercerun, pokok akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya memegang bahu anak lelakinya. “Jadikan dirimu seperti pokok, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah dengan penuh bermakna.

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang kala tidak berada pada hamparan luas yang datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing yang curam, ada cerun yang melelahkan, ada cerun landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pokok-pokok, seperti yang diucapkan sang ayah kepada anak lelakinya, selalu memposisikan diri untuk kukuh tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pokok, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

Sahabat, Jadikan dirimu seperti pokok, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” Siapapun Anda, Bagaimanapun Anda, dan Dimanapun Anda... tetap dan ikutilah cahaya lurus kebenaran... kerana jika tidak, anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan ila terperangkap dalam gelap, jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakanlah cahaya walaupun dengan sebatang lilin ...