.
Renungan
“If today were the last day of my life, would I want to do what I’m about to do today?”


Saturday, September 21, 2013

Orang yang Berjaya


Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah kedai buku untuk membeli buku dan majalah. Penjual buku itu melayani mereka dengan buruk. Mukanya nampak masam saja. Sahabat yang pertama itu jelas tidak puas hati menerima layanan seperti itu. Yang menghairankan, sahabat kedua itu tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.


Lantas sahabat pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa you bersikap sopan kepada penjual yang menyakitkan hati itu?”

Sahabatnya menjawab, “Ala, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah yang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah sahabat pertama itu. Beliau sebenarnya masih berasa tidak puas hati dengan layanan si penjual itu tadi.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, bererti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri.”

Sahabat, tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain kedekut terhadap kita, kita yang semula jadinya pemurah akan tiba-tiba menjadi kedekut juga bila berurusan dengan orang itu.


Cuba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa perlu kita hanya berbuat baik bilamana ada terdahulunya orang yang berbuat baik terhadap kita? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.


Orang yang berjaya dalam hidup ini ialah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

No comments:

Post a Comment